Perbedaan Warm Boot dan Soft Boot pada Booting Komputer

Perbedaan Warm Boot dan Soft Boot pada Booting Komputer

Ketika kamu menghidupkan sebuah laptop atau komputer maupun smartphone, biasanya pertama akan menampilkan sebuah logi brand dari produk tersebut atau logo dari sistem operasi yang dipakai. proses tersebutlah yang dinamakan dengan booting.

Fungsi dari booting ini adalah sebagai persiapan untuk semua operasional dari sistem maupun komponen komputer agar dapat mulai digunakan dengan baik. disaat proses booting dijalankan, maka komponen lain seperti cpu, monitor, keyboard, dan perangkat pendukung lainnya akan dibangunkan oleh processor untuk bersiap bekerja.

Ada dua jenis booting komputer yang dipakai selama ini, yakni Warm Boot dan Soft Boot. Lalu apakah perbedaan dari kedua jenis proses booting tersebut? Untuk dapat menjawab pertanyaan itu langsung saja simak penjelasannya dibawah ini.

Perbedaan Warm Boot dan Soft Boot/Cold Boot 

1. Pengertian Warm Boot dan Soft boot / Cold Boot

Pertama kita bahas dari segi pengertian dari kedua istilah jenis booting ini. Warm Boot/Warm Booting secara defenisi luas berarti adalah sebuah proses menghidupkan komputer dalam keadaan hidup. Kata “warm” ini berarti hangat atau panas akan tetapi makna dari warm ini dalam istilah komputerisasi mengarah pada komponen-komponen komputer yang dalam keadaan menyala atau hidup.

Sedangkan untuk Soft Booting atau yang disebut juga dengan Cold Boot secara defenisi luasnya berarti adalah sebuah proses menghidupkan komputer dalam keadaan mati. Kata “soft” berarti lembut/halus, dan “cold” berarti dingin. Akan tetapi jika dikontekskan dengan komputerisasi, soft boot / cold boot disini lebih dimaksudkan pada komponen-komponen komputer yang dinyalakan dalam keadaan tidak dialiri listrik atau keadaan mati.

2. Proses Booting

Di dalam proses booting baik warm boot maupun soft boot cukup tampak jelas memiliki perdeaan. Pada booting warm boot, proses booting yang terjadi tidak melibatkan tombol power melainkan bisa terjadi di dalam sistem itu sendiri atau menggunakan tombol lain seperti tombol reset. dengan menggunakan cara seperti itu, booting dapat dilakukan tanpa harus menggunakan tombol daya.

Sedangkan pada Soft booting, proses yang terjadi adalah dengan menekan tombol power yang terdapat pada CPU. Tombol yang ditekan bisa dilakukan dengan sekali menekan saja, dan bisa juga dengan ditahan selama beberapa waktu sampai layar menyala.

3. Fungsi

Fungsi dari masing-masing baik warm boot dan soft boot ini memiliki fungsi tersendiri dalam suatu perangkat. Kegunaan dari Warm boot ini akan sangat membantu ketika perangkat sedang mengalami error, hang, atau masalah lainnya. dengan menggunakan proses warm booting komputer yang mengalami masalah akan dapat diulang kembali ke awal sehingga perangkat dapat digunakan kembali. Jika terjadi masalah saat ketika booting mungkin bisa jadi harddisk tidak dapat terbaca atau settingan booting priority pada bios berubah.

Sedangkan kegunaan dan fungsi pada Soft boot adalah untuk menghidupkan proses booting ketika semua perangkat komputer telah dialiri dengan listrik. proses Soft booting ini sangat umum dilakukan dan diterapkan oleh semua pengguna perangkat komputer, laptop maupun smartphone.

4. Frekuensi pemakaian

Mengacu pada frekuensi tingkat penerapan dan pemakaian kedua jenis booting ini. untuk warm boot, frekuensi pengguna yang memakai proses booting warm ini tidak terlalu banyak dan warm boot sendiri hanya digunakan untuk keadaan tertentu saja. Seperti yang telah disebutkan dari yakni pada saat sistem mengalami error, hang, ram tidak terbaca, menguninstall sebuah program dan masalah-masalah lainnya.

Sedangkan untuk Soft boot, frekuensi pengguna yang menggunakan jenis booting ini untuk menyalakan komputer sangat banyak dan sangat umum diterapkan sehari hari oleh setiap pengguna komputer. Yakni pada soft boot pengguna hanya perlu menekan tombol power untuk mulai menyalakan komputer dan memulai booting.

5. Aliran Listrik

Jika dilihat dari segi aliran listrik yang dialirkan. Pada warm boot, baik booting awal maupun akhir, semua komponen komputer seolah-olah dalam keadaan “mati”. Padahal sebenarnya komponen-komponen kompputer tersebut masih berjalan seperti biasanya. Maka dari itu ketika kita hendak mencabut aliran listrik pada sebuah perangkat komputer, janglah dilakukan secara mendadak / tiba-tiba. Hal seperti itu akan dapat merusak berbagai komponen-komponen didalam komputer.

Pada Soft boot, baik pada saat booting awal dan akhir. semua komponen akan dimatikan. Meskipun aliran listrik masih mengalir pada berbagai perangkat. Akan tetapi mesinnya sendiri dalam keadaan mati. Oleh karena itu ketika proses booting telah selesai, kita dapat mencabut semua aliran listrik yang terhubung saat perangkat komputer telah dimatikan.

Itulah tadi beberapa poin penjelasan mengenai apa saja perbedaan dari Warm boot dan soft bot (cold boot). Jadi sebaiknya kenali terlebih dahulu pada saat keadaan apa saja kita harus menggunakan salah satu dari kedua jenis booting tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *