Jenis Jenis Lisensi Software Perangkat Lunak di Komputer Beserta Contohnya

Jenis Lisensi Software Perangkat Lunak di Komputer dan Contohnya
Jenis Jenis Lisensi Perangkat Lunak atau Software di Komputer

Jenis Jenis Lisensi Software Perangkat Lunak dan Contohnya – Pernahkah kalian melihat sebuah jumlah pembayaran pada aplikasi ketika kalian hendak mengunduh aplikasi tersebut?, baik itu aplikasi pada android maupun software pada komputer. jumlah atau harga yang tertera tersebut menyatakan bahwa aplikasi atau software tersebut meiliki lisensi yang berbayar sebelum kita mengunduhnya. jadi tidak semua aplikasi/software yang tersedia diinternet bisa kita download secara percuma, dikarenakan adanya lisensi yang diberikan oleh developer terhadap aplikasi yang telah dibuatnya tersebut.

Lisensi Perangkat Lunak atau Software adalah merupakan adanya hak cipta dari pembuat atau pemilik software sebelum nantinya akan digunakan oleh orang lain ataupun pihak-pihak yang membutuhkan software aplikasi tersebut.

Oleh karena itu, sebagai bentuk jasa dan hasil kerja keras dari developer atau pembuat software dibuatlah sebuah lisensi pada software aplikasi yang di ciptakan tersebut. Intinya,  Siapa saja yang memiliki hak untuk memiliki, menjual, menyebarluaskan, dan menggandakan software  dibolehkan selama mendapatkan izin dari pembuat software tersebut berdasarkan kesepakatan yang sudah tertulis dan disepakati sebelumnya.

Software ataupun aplikasi yang beredar saat ini dapat dikatakan sama nilai nya dengan barang barang yang bernilai tinggi lainnya. tergantung dari seberapa besar dan seberapa berguna fungsi dari aplikasi software tersebut,

Baca juga: Cara Melihat Clipboard History di Windows 10 Tanpa Software Tambahan

Simak lebih lanjut penjelasan mengenai apa saja Jenis Lisensi Software Perangkat Lunak di komputer yang tersedia saat ini.

Jenis-Jenis Lisensi Software Perangkat Lunak dan Contohnya

1. Lisensi Commercial

Sesuai dengan namanya, lisensi jenis commercial ini dibuat untuk software-software aplikasi yang tujuannya untuk komersial atau bisa dikatakan untuk dijual belikan.

Untuk mendapatkan hak penggunaan dari aplikasi atau software yang berlisensi commercial tersebut, kita diharusnya untuk membelinya sesuai dengan jumlah yang ditetapkan oleh pembuat software tersebut. atau bisa juga secara langsung mendapatkan izin dari pembuat aplikasi untuk menggunakannya.

Contoh Software aplikasi yang menggunakan Lisensi Commercial ini adalah Sistem Operasi Windows milik Microsoft yang banyak digunakan sampai saat ini. sebagian besar pengguna dari sistem operasi windows ini adalah menggunakan versi bajakan atau hasil crack, cuma sebagian saja yang mau menggunakannya dengan cara memiliki hak lisensi resmi.

2. Lisensi Non-Commercial

Jika diatas merupakan software yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau hasil. maka ada pula sebaliknya yakni software-software aplikasi yang dibuat tidak untuk mendapatkan keuntungan atau hasil. Software-software yang dibuat menggunakan lisensi Non-commercial ini biasanya dibuat dengan tujuan sebagai bentuk pelayanan kepada publik.

Contohnya adalah software/aplikasi yang digunakan untuk sekolah-sekolah, rumah sakit, yayasan, pemerintahan, dan lain-lain. jadi lisensi non-commercial ini adalah aplikasi yang dapat digunakan secara percuma atau gratis tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk menggunakannya.

3. Lisensi Trial

Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya trial ini, maksud dari Lisensi Trial ini adalah versi demo atau versi uji coba yang diberikan pada software terhadap penggunanya. tujuan dari adanya versi demo ini agar pengguna dapat merasakan penggunaan dari software tersebut dahulu sebelum dapat memiliki lisensi utuhnya.

Pada kebanyakan memang lisensi trial atau versi demo ini telah ditetapkan berapa lama batas waktu penggunaan dari software aplikasi yang diberikan oleh pembuat. Batas waktu pemakaiannya pun bermacam-macam mulai dari batas jam, perhari, bahkan pertahun. tergantung dari kehendak sang pembuat software aplikasi tersebut.

Oleh sebab itu, untuk dapat menggunakan software aplikasi tersebut secara utuh, calon pembeli atau pengguna diharuskan untuk membeli lisensi penuh dari software aplikasi tersebut.

4. Lisensi Freeware

Jika terdapat software atau aplikasi yang bisa digunakan semua fitur-fiturnya secara keseluruhan, maka dapat dipastikan bahwa software atau aplikasi tersebut menggunakan lisensi freeware ini. Perbedaan Lisensi freeware dan shareware ini adalah terletak pada fitur yang diberikan. walaupun sama-sama gratis, tetapi software atau aplikasi yang menggunakan lisensi freeware ini dapat dinyatakan benar-benar diberikan secara gratis beseta fitur lengkap yang terdapat didalamnnya.

Hebatnya lagi, pada bagian plugin pun bisa kita dapatkan juga secara cuma-cuma disitus resmi aplikasi tersebut, Contohnya saja seperti aplikasi Browser Mozilla Firefox, Google Chrome, UC Browser, dan lain lain. dan juga aplikasi-aplikasi chatting seperti Whatsapp, Line, We Chat. maupun software editing video seperti Windows Moviemaker.

5. Lisensi Shareware

Lisensi Shareware ini merupakan lisensi yang memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menggunakan, menggandakan, dan menyebarluaskan software atau aplikasi tersebut. Uniknya lagi, pengguna tidak harus mendapatkan izin pemakaian terlebih dahulu dari pembuat atau pemilik hakcipta dari software aplikasi tersebut. Fitur yang terdapat dari software/aplikasi yang menggunakan lisensi shareware inipun cukup lengkap untuk digunakan.

Meskipun begitu, software atau aplikasi yang menggunakan lisensi shareware tersebut akan memiliki fitur yang lebih lagi jikalau sang pengguna mau melakukan pembelian dari software aplikasi tersebut.
Walaupun konsepnya bisa dibilang cukup sama, namun lisensi shareware ini berbeda dengan trial. Pada trial, pengguna sama sekali tidak dapat menggunakan fitur di software aplikasi jika tidak membayar. Sedangkan pada Lisensi Shareware ini, software atau aplikasi dibagi menjadi dua yakni dengan versi gratis dan berbayar. Contoh software atau aplikasi yang menggunakan lisensi ini adalah Microsoft Office dan WinRar.

6. Lisensi Open Source

Untuk lisensi yang terakhir ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalian yang sudah lama mengenal dunia teknologi dan internet. Lisensi Open Source ini berarti software atau aplikasi tersebut tak hanya sekedar dapat kita gunakan saja, tetapi kita juga bisa mengembangkan, mengubah, termasuk menyebarluaskan secara gratis dan software-software yang menggunakan lisensi ini juga mudah didapatkan melalui internet.

Karena, maksud dan tujuan dari software atau aplikasi yang berlisensikan Open Source ini memang ditujukan untuk publik. Contoh paling besar dari software aplikasi open source ini adalah Sistem operasi seperti Linux, Ubuntu, dan Notepad++.

Itulah beberapa penjelasan mengenai apa saja Jenis-jenis Lisensi Software perangkat lunak yang terdapat di komputer. dengan mengenal apa saja bentuk lisensi lisensi Software aplikasi diatas setidaknya kalian mulai paham akan apa saja lisensi pada aplikasi yang kalian gunakan. dan hindari menggunakan aplikasi yang merupakan sumber dari bajakan atau hasil crackan. selain mencurangi pembuat software aplikasi tersebut hal itu juga dapat melanggar aturan yang berlaku.

Mulailah menghargai hasil kerja keras dari developer-developer atau dari para pembuat aplikasi yang telah bersusah payah mengorbankan waktu dan pikiran demi software aplikasi yang diciptakan tersebut. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *